Sabtu, 30 November 2013

Surat Rindu untuk Haru

Ini untukmu, Haru...
Kemana saja kamu? Apakah kamu tahu bahwa selama kepergianmu itu Rindu telah menantimu kembali? Bagaimana kabarmu? Apakah ketidak kembalianmu ini disebabkan karena kautelah menemukan rindu lain di ujung dunia yang berbeda?
Jika Rindu kehilangan kamu, maka  Air Mata akan menertawakannya. Iya. Jika kaumemutuskan untuk pergi mencari Bahagia, maka Rindu akan tersiksa. Tersiksa karena Rindu tak akan bisa menyingkirkan Air Mata dari sisinya.
Rindu ingin kaukembali, Haru. Sungguh, dia ingin kauberputar arah untuk kembali menuju padanya.
Apa yang kaukagumi dari Bahagia? Mengapa kamu tega meninggalkan Rindu  untuk Bahagia? Rindu juga punya tawa. Bahagia tak selamanya bisa menemanimu, Haru.
Percayalah. Jangan biarkan Rindu tersiksa dengan air mata. Jangan biarkan dirimu terjebak dalam kesemuan Bahagia, Haru. Jangan.
Mungkin, ini keinginan Rindu  yang ingin disampaikan padamu...
Tolong, jangan buat Rindu lelah menantimu di depan pintu tawa, Haru.
Kembalilah.


Sungguh..
Rindu  tak pernah membutuhkan AirMata, Rindu tak pernah mau Haru-nya dirampas oleh Bahagia.
Sungguh..
Rindu menginginkan kamu ada disampingnya. Rindu menginginkan nyata, Haru.
Maka kembalilah..
Rindu akan mengenalkanmu pada tawa, setelah kaubersamanya; nanti.

Dari yang selalu menantimu kembali; Rindu.

"Kadang, kita butuh air mata untuk hadir bersama rindu. Sebelum akhirnya bahagia dan haru siap memberi kita tawa; pada waktunya.."

09.03 29 November 2013
Diantara riuhnya kelas saat pelajaran Agama Islam.

 
 

0 komentar:

Posting Komentar