Hai Tuan, jika kamu sedang membaca suratku ini, berarti kamu sedang duduk di hadapan laptopmu, atau berbaring di kasur sambil memandangi handphone mu, atau apapun itu, yang pasti kamu sedang punya waktu luang untuk membacanya. Tapi sepertinya, saat kamu punya waktu untuk membacanya sekalipun, kamu tidak akan menyadari bahwa surat ini kutulis untukmu.
Senin, 19 Juli 2021
Selasa, 22 Juni 2021
Jatuh Hati
kamu tertawa,
mengenang semua hal yang membuatmu bahagia.
sialnya, hatiku jadi berbunga.
lalu aku terpaku.
ingin segera memelukmu.
kemudian merayakan semuanya bersamamu.
lihat, hati siapa yang tidak akan jatuh pada tawa yang begitu teduh?
mendadak sorot matamu mulai meredup,
tawamu terdengar gugup,
pipimu basah kuyup.
lalu aku membatu.
ingin segera memelukmu.
kemudian merasakan semuanya bersamamu.
lihat, hati siapa yang akan rapuh mendengar tangis yang bergemuruh?
aku bertanya-tanya,
semesta, sejak kapan aku mulai menjatuhkan hati padanya?
Kamis, 03 Juni 2021
Apa Tuan Tahu?
apa Tuan tahu?
ada Puan sederhana yang datang membawa cinta begitu mewah.
Minggu, 30 Mei 2021
Apa Lagi Setelah Ini?
Satu tahun rasanya berjalan begitu cepat. Meski tak jarang perjalanannya terlampau pekat dan berhasil membuatku sesekali tercekat. Apa yang sudah aku dapat? Aku bertanya-tanya. Apa yang berhasil aku bawa? Aku menerka-nerka.
Sela : Keping Rasa Bagian Dua
Kamis, 25 Maret 2021
Mula : Keping Rasa Bagian Satu
Sungguh, memulai adalah kelemahan terbesarku. Tapi malam ini, akan kuruntuhkan itu melewati batas waktu. Dan malam ini, akan aku mulai dengan pertanyaan yang selalu menghantui malam-malamku sejak terakhir kali kita bertemu. Bagaimana kabarmu?
Masihkah senyummu seindah saat terakhir kali kamu berikan untukku?