Sabtu, 30 November 2013

Memaafkan Itu Menyembuhkan Diri




Harus diakui bahwa memaafkan itu tidak selalu mudah. Lebih-lebih jika menyangkut peristiwa yang terlalu menyakitkan hati. Namun, kita perlu memahami, bahwa memaafkan itu perlu dilakukan karena ternyata menguntungkan bagi diri orang yang memberi maaf itu sendiri. Jadi, untuk apa luka hati dibawa mati?

Pernah merasa disakiti dan luka itu begitu mendalam, hingga membekas di hati? "Anda tidak sendiri," ujar psikolog Rieny Hutami Hassan.

Dalam perjalanan hidup, selalu terbuka kemungkinan untuk orang lain menyakiti hati kita. Ketika terlibat pada hubungan pribadi yang mendalam, misalnya, kita sesungguhnya membuka diri terhadap kemungkinan mendapat luka. Ketidaksetiaan, pengkhianatan, orang tua yang melakukan KDRT, suami yang pergi begitu saja adalah contoh perbuatan yang bisa menimbulkan luka dan sakit hati.

"Sakit hati ini tidak sembuh begitu saja. Kita perlu menghentikan kenangan yang menyakitkan hati itu dengan satu cara, yaitu memaafkan dan melumpuhkan kekuatan untuk mengingat dengan mulai melupakan," kata ibu dua anak ini saat ditemui GHS di kediamannya yang asri.

Motivasi Mimpi


 
Cara terbaik mempunyai mimpi adalah mengetahui bagaimana cara mencapai mimpi tersebut.

Manusia yg takut gagal adalah manusia yg tidak pernah mau belajar,padahal kegagalan itu sebagai pembelajaran mengukuhkan proses pondasi ke bangunan sukses kita.salam sukses.......

Kesempatan selalu ada di hadapan kita. Kita hanya butuh mempersiapkan untuk menyambutnya. Boleh jadi, kesempatan yang diberikan Allah SWT tidak sesuai dengan kesiapan kita. Jadi jangan heran, Allah SWT memindahkannya kepada orang lain yang lebih siap.

Tiada hasil tanpa usaha keras. Ingat! semakin Anda berusaha, semakin baik hasil yang Anda dapatkan.
Tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan saja untuk memperoleh hasil. melainkan keberuntungan yang dibarengi semangat usaha, doa, tekad dan rasa percaya diri yang akan menjadikan hidup Anda LUAR BIASA! :)

Don''t Give Up if You Still Have a Chance

Make your Dream come true

"One thousand people can''t change a world, but one word can change a world"

Jangan sia-siakan waktu, tiada hasil tanpa usaha

Sungguh beruntung orang yang sering mengalami kegagalan karena hanya dengan kegagalan namun di sikapi dengan sikap positif akan mengajarkan kita untuk membenahi diri kita supaya kita bisa lebih hebat dan luar biasa

SESUATU YANG INDAH BELUM TENTU BENAR, TETAPISESUATU YANG BENAR TENTU AKAN TERASA LEBIH INDAH
Cara berpikir menentukan hidup yang kita jalani...

Aku Ini Siapa?

Inspired by: Ikhwan Sopa

1. Aku yakin bahwa aku adalah pribadi yang baik. Aku yakin apa yang buruk asal-muasalnya dari luar. Aku lahir seputih kertas dan noda hitam datangnya belakangan. Tugasku adalah rajin mencuci bersih dan obat terbaik untuk setiap penyakit adalah pencegahan.

2. Aku tak suka dikritik, oleh karena itu aku tak boleh terlena oleh pujian. Keduanya adalah sisi kembar dari koin yang sama. Jika aku dipuji maka kuteruskan itu kepada Yang Maha Terpuji. Jika aku dikritik, resepku adalah menambahkan sejumput cinta.

3. Jika aku merasa tidak nyaman, itu datang karena aku menyesalkan yang sudah lalu atau aku terlalu mengkhawatirkan yang belum datang. Aku memilih untuk selalu hidup di sini dan di dalam sekarang agar aku punya ruang dan waktu untuk melakukan yang terbaik.

4. Jika aku takut melakukan kesalahan, kan kuingat bahwa tak semuanya harus benar dulu untuk bisa melakukan kebaikan.

5. Pencuri kedamaian perasaanku adalah pikiranku. Itu, seperti memarkir kendaraan tanpa memasang kunci pengaman. Kunci pengaman hidupku yang sedang parkir di dunia adalah kewaspadaan pikiran.

6. Jalan tercepat menuju tujuan selalu jalan terpendek. Jalan terpendek selalu jalan yang lurus. Cara tercepat itu adalah sabar dan syukur.

7. Hidup senang atau hidup susah adalah pilihan perasaanku. Jika aku memilih untuk susah, maka tak seorangpun bisa membantuku untuk senang.

8. Toleran kepada orang lain adalah berusaha mengerti bahwa mereka sedang melakukan hal yang sama dengan diriku, dengan cara mereka sendiri.

9. Senyumku hampir selalu mampu menghilangkan aspek ilusi dari masalah. Ia menjadi lebih jernih dan jelas hanya karena aku masih mampu tersenyum di dalam tangisan.

10. Yang bagus untuk kulakukan sangat bagus bila kulakukan sekarang.

Mengapa Profesional Non-Penulis Harus Menulis ?

Inspired by: Ikhwan Sopa


"Communication is the most important skill in life."
Stephen Covey - Pengarang Seven Habits
“Reading maketh a full man, conference a ready man, and writing an exact man”
Sir Francis Bacon - Bapak Ilmu Pengetahuan Modern
“Writing – the art of communicating thoughts to the mind – is the great invention in the world… Great, very great, it enabling us to converse with the dead, the absent, and the unborn, at all distances of time and space, and great not only in its direct benefits, but its great help to all other inventions.”
Abraham Lincoln - Mantan Presiden Amerika
“From poetry to letters to stories to laws, we must learn to write in order to participate in the range of experiences available to us as human beings. Our spiritual lives, our economic success, and our social networks are all directly affected by our willingness to do the work necessary to acquire the skill of writing. In a very real way neither our democracy nor our personal freedoms will survive unless we as citizens take the time and make the effort needed to learn how to write.”
Mantan Senator, Bob Kerry - National Commission on Writing
"Kemampuan menulis setiap orang hanya dibatasi oleh imajinasi."
Ikhwan Sopa - Kayaknya belon ada yang ngomong begini he...he...he..

Sebagai profesional, kita dituntut untuk selalu berhubungan dengan pihak lain. Berhubungan dengan pihak lain dilakukan dengan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi yang baik, benar, efektif dan efisien adalah tuntutan mutlak bagi kemajuan karir, enterpreneurship dan leadership.

Mengapa harus Menulis?

Surat Rindu untuk Haru

Ini untukmu, Haru...
Kemana saja kamu? Apakah kamu tahu bahwa selama kepergianmu itu Rindu telah menantimu kembali? Bagaimana kabarmu? Apakah ketidak kembalianmu ini disebabkan karena kautelah menemukan rindu lain di ujung dunia yang berbeda?
Jika Rindu kehilangan kamu, maka  Air Mata akan menertawakannya. Iya. Jika kaumemutuskan untuk pergi mencari Bahagia, maka Rindu akan tersiksa. Tersiksa karena Rindu tak akan bisa menyingkirkan Air Mata dari sisinya.
Rindu ingin kaukembali, Haru. Sungguh, dia ingin kauberputar arah untuk kembali menuju padanya.
Apa yang kaukagumi dari Bahagia? Mengapa kamu tega meninggalkan Rindu  untuk Bahagia? Rindu juga punya tawa. Bahagia tak selamanya bisa menemanimu, Haru.
Percayalah. Jangan biarkan Rindu tersiksa dengan air mata. Jangan biarkan dirimu terjebak dalam kesemuan Bahagia, Haru. Jangan.
Mungkin, ini keinginan Rindu  yang ingin disampaikan padamu...
Tolong, jangan buat Rindu lelah menantimu di depan pintu tawa, Haru.
Kembalilah.

Kamis, 28 November 2013

Pohon Duka

Sebatang duka tumbuh dimatamu
Akarnya mencengkam jantungmu dan menghentikan detaknya 
Duka itu merambat ke mataku
Bermandi curah matahari pagi
Batang duka itu bertunas di matamu
Daunnya hijau; begitu rimbun
Karena fotosintesa air mata
Bergelinang merah senja

Ranting-ranting dari batang duka itu merambat
Mengular panjang
Semacam benalu yang mengisap sari ketabahanmu
"Aku tak suka ada pohon duka di mataku", jeritmu
"Masa lalu gara-garanya," hiburku

Pohon duka itu mulai berbunga
Aku ingin berjalan-jalan dimatamu
Berteduh di rimbun pohon duka itu
Mencangkokkan rinduku di cabang-cabangnya
"Jangan cintai pohon duka ini," katamu, "Daun dan bunganya tak pernah dilapukkan musim."

Pergi dari Rindu

Selamat pagi, penambang rindu.

Mungkin ini masih tentang kamu yang tak bisa berhenti mengganggu laju perputaran otakku setiap detiknya.
Mungkin ini juga masih tentang bayang-bayangmu yang tak kunjung pergi dari laci lemari rinduku.

Jika keajaiban datang dan kamu akan membaca tulisanku yang berisi tentangmu; kau akan mengatakan semua ini bodoh dan tak masuk akal.
Ketidak masuk akalan inilah yang (mungkin) membuatmu muak lalu pergi secara instan, begitu saja.
Iya. Dalam waktu yang singkat, kamu berjalan menjauh, meninggalkan aku dalam rindu; sendirian.

Baiklah.
Aku bisa memahami ketidak sabaranmu manantiku dulu.
Aku bisa mengerti bagaimana rasanya jadi kamu yang selalu kuabaikan.
Memang benar kamu tak pernah menjadi yang spesial (dulu). Memang iya kamu datang dengan banyak kekosongan yang tidak kusukai (dulu). Memang aku sempat tak mau menganggapmu ada sebagai pembawa pasokan semangat untukku (dulu).

Selasa, 26 November 2013

Lagi... Tentang Kita (dwitasari)

Ini bukan yang pertama, duduk sendirian dan memerhatikan beberapa tulisan berlalu-lalang. Setiap abjad yang tersusun dalam kata terangkai menjadi kalimat, dan entah mengapa sosokmu selalu berada di sana, berdiam dalam tulisan yang sebenarnya enggan aku baca dan kudefinisikan lagi. Ini bukan yang baru bagiku, duduk berjam-jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu melalui pesan singkat. Kekosongan dan kehampaan sudah berganti-ganti wajah sejak tadi, namun aku tetap menunduk, mencoba tak memedulikan keadaan. Karena jika aku terlalu terbawa emosi, aku bisa mati iseng sendiri.
Tentu saja, kamu tak merasakan apa yang kurasakan, juga tak memiliki rindu yang tersimpan rapat-rapat. Aku sengaja menyembunyikan perasaan itu, agar kita tak lagi saling menganggu. Bukankah dengan berjauhan seperti ini, semua terasa jadi lebih berarti? Seakan-akan aku tak pernah peduli, seakan-akan aku tak mau tahu, seakan-akan aku tak miliki rasa perhatian. Bagiku, sudah cukup seperti ini, cukup aku dan kamu, tanpa kita.

Kali ini, aku tak akan menjelaskan tentang kesepian, atau bercerita tentang banyak hal yang mungkin saja sulit kaupahami. Karena aku sudah tahu, kamu sangat sulit diajak basa-basi, apalagi jika berbicara soal cinta mati. Aku yakin, kamu akan menutup telinga dan membesarkan volume lagu-lagu yang bernyanyi bahkan tanpa lirik yang tak bisa kauterjemahkan sendiri. Aku tidak akan tega membebanimu dengan cerita-cerita absurd yang selalu kaubenci. Seperti dulu, saat aku bicara cinta, kaumalah tertawa. Seperti saat kita masih bersama, aku berkata rindu, namun kautulikan telinga.
Hanya cerita sederhana yang mungkin tak ingin kaudengar sebagai pengantar tidurmu. Kamu tak suka jika kuceritakan tentang air mata bukan? Bagaimana kalau kualihkan air mata menjadi senyum pura-pura? Tentu saja, kautak akan melihatnya, sejauh yang kutahu; kamu tidak peka. Dan, mungkin saja sifat burukmu masih sama, walaupun kita sudah lama berpisah dan sudah lama tak saling bertatap mata.
Entah mengapa, akhir-akhir ini sepi sekali. Aku seperti berbisik dan mendengar suaraku sendiri. Namun, aku masih saja heran, dalam gelapnya malam ternyata ada banyak cerita yang sempat terlewatkan. Ini tentang kita. Ah... sekarang kamu pasti sedang membuang muka, tak ingin membuka luka lama. Aku pun juga begitu, tak ingin menyentuh bayang-bayangmu yang samar, tak ingin mereka-reka senyummu yang tak seindah dulu.

Jumat, 22 November 2013

Untukmu (lagi)..

Selamat sore, penambang rindu.
Entah ini tulisan keberapa yang kutulis (lagi) khusus untuk mu. Entah mengapa aku tak pernah bisa berhenti untuk menuliskan segala hal tentangmu, meski aku sudah tahu sejak dulu; bahwa kamu tak akan pernah membaca ini.
Baiklah, ini surat rindu untukmu...

Setiap kali kita bertatap muka, aku melihat senyummu yang terlalu kekal untuk mengenali duka. Kapuk-kapuk rindu ku mulai pecah: karena kamu.
Sebab kamu. Aku bisa menemukan rumah terindah untuk pulang ketika harus hilang dan peluk terhangat untuk kembali ketika harus pergi.
Tapi entah...
Mungkin, aku akan mulai mengerti, kau dihadirkan tidak untuk ku miliki. Mungkin juga, kau di datangkan tidak untuk ku genggam. Iya. Kamu. Hanya boleh kurindukan, tanpa boleh memintamu membagi rindu yang sama untukku.

Rabu, 13 November 2013

Selamat Ulang Tahun, Kamu

"Aku tahu, kamu tak akan mungkin membaca ini. Dengan segala daya dan upayaku, aku juga tak akan mungkin membuatmu membaca tulisan aneh ini. Jelas saja aneh. Barisan paragraf inidiutarakan oleh seorang perempuan yang baru sekali saja menatap matamu. Tapi, mungkin, jika keajaiban membuatmu bisa membaca tulisan ini, aku hanya ingin bilang; tolong jangan tertawa membaca setiap kalimatnya. Di sini, aku menjadi diriku yang sebenarnya tak pernah kaukenal. Dalam tulisanku, aku mengundang kamu masuk, membiarkan kamu abadi dalam setiap abjad dan kalimat. Mari kita mulai perjalanan ini.

Tuan, apakah kamu ingin tahu? Di hatiku, kamu sudah jadi segalanya. Di otakku, kamu menjadi senyawa yang mengingat dan menjerat. Sungguh, aku merasa sangat kecil, terlalu banyak orang yang mencintaimu hingga perhatianku seakan tak terlihat dan tenggelam.

Antara Pagi dan Malam Hari


Tenanglah hatiku, karena langit tak pun mendengari
Tenanglah, karena bumi dibebani dengan ratapan kesedihan.
Dia takkan melahirkan melodi dan nyanyianmu.
Tenanglah, karena roh-roh malam tak menghiraukan bisikan rahasiamu, dan bayang-bayang tak berhenti dihadapan mimpi-mimpi.
Tenanglah, hatiku. Tenanglah hingga fajar tiba, karena dia yang menanti pagi dengan sabar akan menyambut pagi dengan kekuatan. Dia yang mencintai cahaya, dicintai cahaya.
Tenanglah hatiku, dan dengarkan ucapanku.

Dalam mimpi aku melihat seekor murai menyanyi saat dia terbang di atas kawah gunung berapi yang meletus.
Kulihat sekuntum bunga lili menyembulkan kelopaknya dibalik salju.
Kulihat bidadari menari di antara batu batu kubur.

Sastra Kehidupan Kahlil Gibran


Sebagaimana cinta kasih menghidupkan hati manusia dengan pedih perih, demikian pula kedunguan mengajarinya jalan kearifan. Pedih perih dan kedunguan mengantarkan cita-cita agung dan kearifan nan adiluhung, sebab kearifan abadi tiada mencipta sesuatu yang sia-sia di bawah asuhan matahari.

Betapa sering aku menyalahkan diriku untuk kejahatan yang tidak aku kerjakan, agar orang lain merasa lega di hadapanku.

Apabila kamu melihat seorang laki-laki mabuk katakanlah dalam hatimu, “Barangkali dia mencoba lari dari sesuatu yang lebih buruk lagi.”

Baru kemarin aku pikir diriku sebuah fragmen bergetar tanpa irama dalam ruang kehidupan. Kini kutahu bahwa akulah ruang, dan semua kehidupan adalah fragmen-fragmen yang bergerak dalam diriku.

Manusia diberi kemampuan oleh Tuhan untuk berharap dan berharap, sampai kemudian dia berharap untuk mengambil kelopak kelalaian dari matanya, sehingga dapat menyaksikan diri sejati. Dan siapa yang menyaksiakan kebenaran dari kehidupan sejati untuk dirinya, untuk semua manusia dan alam semesta.

Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dia ladang hati, yang dengan kasih kautaburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terimakasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa.

Sang Pewarna Senja


Malang, Jawa Timur 2013
Sore ini, aku sedang berada di pendopo rumah. Akhir-akhir ini aku memang ingin belajar mencintai kesepian. Entah... disana aku bisa menemukan segala macam hal yang sedang kucari. Disana aku bisa menyusuri segala ingatan yang mungkin ingin kubuka kembali pintunya.
Semua pasti tahu. Didunia ini, setiap orang memang punya mesin waktunya sendiri-sendiri. Sebagian membawa kita ke masa lalu yang disebut memori. Dan sebagian lain membawa kita kemasa depan yang disebut mimpi. Sekarang, aku sedang mengikuti arah dimensi waktu yang seakan menyuruhku kembali mengingat masa lalu. Iya. Masa lalu dimana aku belum mengenal apa itu gelisah atau semacamnya. Ketika aku belum menyentuh tugas Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris serumit saat ini. Tugas matematika yang dulu ku kenal hanyalah penjumlahan, pengurangan, dan perkalian yang terbatas pada angka satu hingga sepuluh saja; sesederhana itu. Aku tak pernah tau bahwa selain dunia nyata, ada dunia maya, facebook dan twitter misalnya. Yang kukenal hanyalah hamparan sawah dengan setiap pematangnya yang sering kulewati. Yang kuketahui hanyalah sungai kecil jernih yang memiliki arus deras. Aku hanya mengenali bagaimana bentuk senja di Bali. Aku hanya ingat bagaimana caranya belajar peka dengan bau tanah yang tersiram hujan; ketika awan mulai berubah warna menjadi biru yang paling kelabu. Aku hanya mengerti bagaimana caranya merawat bahagia.

Belantara Rindu

 
Di hutan ini, semua pohon kunamai rindu
 dan seluruh arah berulu padamu
Rinduku, anak panah waktu yang menuju ke hatimu
 melampaui segala yang pernah kamu ketahui

Segala rindu semata ingatan lalu
 Segala luka semata kenangan semu
Bunga dan kupu-kupu sudah mulai lelap
 Taman dan jalan mulai mati, tak bercahaya

 Tinggal aku yang akan berjaga di tidurmu
menantikan rindu yang akan datang menyentuh kalbu
Dimatamulah kutemukan cahaya berumah
 disana aku punya malam yang lebih kilau daripada bulan

 Rinduku, melampaui jumlah butiran hujan
 dan kerap tercurah lebih, dalam diamnya renungan

Selasa, 12 November 2013

Inspirational Life Quotes


Inspirational-Quotes-Life-Changing


“Just know, when you truly want success, you’ll never give up on it. No matter how bad the situation may get.” - Unknown

“Accept responsibility for your life. Know that it is you who will get you where you want to go, no one else.” – Les Brown

“I don’t regret the things I’ve done, I regret the things I didn’t do when I had the chance.” – Unknown

“Challenges are what make life interesting and overcoming them is what makes life meaningful.” - Joshua J. Marine

“Its hard to wait around for something you know might never happen; but its harder to give up when you know its everything you want.” – Unknown

“One of the most important keys to Success is having the discipline to do what you know you should do, even when you dont feel like doing it.” - Unknown

“Good things come to those who wait… greater things come to those who get off their ass and do anything to make it happen.” - Unknown

Puisi Rindu Kahlil Gibran

Puisi Rindu Khalil Gibran

Keagungan Cinta

Ketika air mata menitik di pipimu
Saat kau masih peduli terhadapnya
Dan dia tak lagi mempedulikanmu
Meski engkau masih setia menantinya

Manakala dia bisa mencintai selain dirimu
Namun kau tetap tersenyum bahagia
Dan terucap jujur dari mulut, lalu berkata
Aku turut bahagia dalam kebahagiaanmu

Jika cinta bertepuk sebelah tangan, lepaskan tanganmu
Terbang dan kepakkan sayapmu selebar angkasa biru
Arungi luas alam bebas, hingga kau dapati tempat berteduh
Tuk tentukan arah, temukan cinta yang pernah hilang

Kisah Cinta Sejati Nyata Mantan Presiden Republik Indonesian B.J. Habibie dan Ibu Hasri Ainun Habibie



Ainun:
“Saya bahagia malam-malam hari berdua di kamar: dia sibuk di antara kertas-kertasnya yang berserakan di tempat tidur, saya menjahit, membaca atau berbuat lainnya. Saya terharu melihat ia pun banyak membantu tanpa diminta: mencuci piring, mencuci popok bayi yang ada isinya…”

Habibie:
“Terima kasih Allah, Engkau telah menjadikan Ainun dan saya manunggal jiwa, roh, batin, dan hati nurani. Kami melekat pada diri kami sepanjang masa di manapun kami berada…”
"Dalam 48 tahun 10 hari kami bersama,tak pernah kami berpisah..
Saya tidak pernah menyangka ada perasaan yang sehebat ini„,tapi sekaligus perih juga…
Saya tidak pernah bayangkan akan kehilangan seperti ini…
Tapi saya yakin„walaupun separuh jiwa saya serasa pergi„
tapi Ibu tetap tinggal di dalam ini (sambil menepuk dada)
Setiap saya memejamkan mata„
saya merasa bisa melihat Ibu di setiap ruangan ini..”

WAJIB Memakai Jilbab / Kerudung Bukan Sekedar Ciri Khas Muslim akan tetapi Perintah Allah SWT


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْلأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْجَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُغَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)
"Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[**] ke seluruh tubuh mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu merekatidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
[**] Jilbab ialah sejenisbaju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)
" Katakanlah kepada wanitayang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, danjanganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atauayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengertitentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahuiperhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Filosofi Hidup orang Jawa


  • Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).
  • Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
  • Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)
  • Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
  • Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
  • Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
  • Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
  • Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).

Senin, 11 November 2013

Pelangi dan Rinai Gerimis



Suatu sore bersaput gerimis, sang pelangi membentangkan dirinya dan keelokannya di langit yang sedikit putih berbaur biru.
Melihat itu sang rinai gerinis terkekeh sinis, katanya “Apa yang membuatmu menampilkan keindahan saat ini? Tidak biasanya kamu muncul saat aku masih ada..”

Sang pelangi tersenyum penuh pesona, “Wahai kekasihku.. Tak tahukah dirimu, atau berpura-pura untuk tak tahu, bahwa sesungguhnya aku selalu ada bersamamu dan melekat pada jiwamu? Bukankah aku menjelma dari bias indah titik-titik airmu? Bukankah tanpa ada dirimu aku tak kan ada di bumi ini ?”

“Terserahlah” rinai gerimis menderas menjadi hujan seiring rasa kesalnya pada sang pelangi.

Mentari yang tadi masih menampakkan gemerlap cahayanya, menghilang di balik awan gemawan, demikian pula sang pelangi hilang ntah kemana.
Sejenak setelah meluap kan kesalnya, rinai gerimis kembali menipis, awan gemawan yang tadi menutupi sang mentari, menghilang perlahan. Belum sepenuhnya rinai gerimis meninggalkan sore itu, sang pelangi muncul lagi. Kini dengan warna yang lebih gemilang dan mempesona.

“Kemana perginya kamu tadi ? Melempar bom atom lalu pergi begitu saja ?” Seperti tadi sang pelangi hanya tersenyum manis.

“Rinai Gerimis, aku takut kalau kamu marah. Lebih baik aku bersembunyi dan membiarkan keindahanku lenyap seketika.”