Hai Tuan, jika kamu sedang membaca suratku ini, berarti kamu sedang duduk di hadapan laptopmu, atau berbaring di kasur sambil memandangi handphone mu, atau apapun itu, yang pasti kamu sedang punya waktu luang untuk membacanya. Tapi sepertinya, saat kamu punya waktu untuk membacanya sekalipun, kamu tidak akan menyadari bahwa surat ini kutulis untukmu.
Kamu Pengunjung Ke-
Popular Posts
-
Selamat pagi, Bahagia.. Bagaimana keadaanmu setelah kaubertemu haru? Apakah sekarang kautelah benar-benar menjadi bahagia? Kaubole...
-
Tiba-tiba saja kita ada pada sebuah akhir yang sungguh tak pernah ingin kuhadapi, namun tetap saja berusaha kamu ciptakan. Sebuah akhir yang...
-
Hidup bukan pilihan. Pilihan-pilihan hanyalah anak-anak tangga sebuah proses dalam hidup. Hidup yang memilih kita. Bukan sebaliknya....
Categories
Blog Archive
-
▼
2021
(6)
- ► Maret 2021 (1)
-
►
2020
(9)
- ► November 2020 (1)
- ► September 2020 (1)
- ► Agustus 2020 (1)
- ► April 2020 (1)
-
►
2017
(2)
- ► Desember 2017 (2)
-
►
2014
(47)
- ► Desember 2014 (3)
- ► September 2014 (1)
- ► Agustus 2014 (1)
- ► Februari 2014 (14)
- ► Januari 2014 (19)
-
►
2013
(23)
- ► Desember 2013 (3)
- ► November 2013 (20)
Tentang MantraJeda
Aku bukan orang yang punya dasar sastra. Aku juga tidak bisa pintar merasa. Aku tidak sepenuhnya bisa memahami bagaimana caranya menerjemahkan rasa agar bisa menjadi sesuatu yang pantas kamu baca. Tapi ada satu hal yang masih aku percaya; semua yang berasal dari hati, suatu saat pasti akan sampai ke hati yang lain. Sampai saat itu tiba, semoga kita bisa jadi teman baik yang seada-adanya. Jika memang yang aku bagi telah mewakili perasaanmu, maka aku akan senang sekali. Jika kamu belum mengerti, semoga kita sama-sama belajar untuk bisa memahami dari sudut pandang lain. Terimakasih sudah mampir dan mau berkenalan.