Aku memandangi wajah lelap Ray. Masih
sama seperti biasanya, dia indah. Sangat indah. Hari ini, dia pulang lebih dulu
dari pada aku, tanpa memberi tahu. Ada hal yang luar biasa indah di dalam
dirinya-sekalipun ia sedang terlelap, yang mampu menghilangkan berjuta-jutapun
rasa lelahku. Aku selalu tahu dan dia pun selalu meyakinkanku bahwa dia adalah
sebaik-baiknya tempat aku selalu pulang dan kembali ketika harus pergi.
Sabtu, 27 Desember 2014
Sabtu, 20 Desember 2014
remang bayang wayang pada layang-layang, gawang, dan bawang
langit tak pernah sebegini terang
mimpi tak pernah sebegini membunuh awang-awang
kamu pun hilang
mimpi tak pernah sebegini membunuh awang-awang
kamu pun hilang
Sabtu, 13 Desember 2014
Bukankah memang teka-teki dirancang untuk tak memiliki jawaban pasti?
Buat N,
Disuatu
tempat yang entah dimana
Selamat
pagi, selamat sore, atau selamat malam, N, aku taktahu kapan kamu akan membaca
surat yang bahkan tak pernah bisa kukirimkan ke alamat rumahmu yang jelas dan
begitu rinci. Atau barangkali ini memang bukan surat, ini hanya memoar, atau
mungkin hanya sebatas pembicaraan tentang kamu antara aku dan diriku sendiri
atau mungkin aku tak akan pernah tahu bisa disebut apakah hal yang seperti ini.
Langganan:
Postingan (Atom)