Rabu, 13 November 2013

Belantara Rindu

 
Di hutan ini, semua pohon kunamai rindu
 dan seluruh arah berulu padamu
Rinduku, anak panah waktu yang menuju ke hatimu
 melampaui segala yang pernah kamu ketahui

Segala rindu semata ingatan lalu
 Segala luka semata kenangan semu
Bunga dan kupu-kupu sudah mulai lelap
 Taman dan jalan mulai mati, tak bercahaya

 Tinggal aku yang akan berjaga di tidurmu
menantikan rindu yang akan datang menyentuh kalbu
Dimatamulah kutemukan cahaya berumah
 disana aku punya malam yang lebih kilau daripada bulan

 Rinduku, melampaui jumlah butiran hujan
 dan kerap tercurah lebih, dalam diamnya renungan
 Menjelang pasang, rindu adalah bayang-bayang
 lebih panjang daripada gelombang dan karang yang hilang

 Aku ingin bergelap-gelap dimata hujan
 menanam benih-benih kehampaan, sesuatu yang kunamai perih
 Barangkali rindu bisa mempercepat perjalananku menuju kamu
Jika merindumu adalah sebuah kejahatan, penjarakan aku di hatimu
 bila perlu melebihi waktu yang diberikan oleh ingatan

Hanya hujan yang tumpah sesekali,
yang datang untuk mempertemukan bayangmu
 Di senyap ingatan abstraknya jiwa
 Di sayap kenangan putihnya embun kalbu

Rindu adalah puisi
yang dulu sering kau lukis di kehampaan hatiku..
Tuhan yang kamu cintai, adalah yang secara rahasia mengajariku
 cara menanam mimpi dalam belantara rindu..

karya: Krisna Pabichara

0 komentar:

Posting Komentar