Aku memandangi wajah lelap Ray. Masih
sama seperti biasanya, dia indah. Sangat indah. Hari ini, dia pulang lebih dulu
dari pada aku, tanpa memberi tahu. Ada hal yang luar biasa indah di dalam
dirinya-sekalipun ia sedang terlelap, yang mampu menghilangkan berjuta-jutapun
rasa lelahku. Aku selalu tahu dan dia pun selalu meyakinkanku bahwa dia adalah
sebaik-baiknya tempat aku selalu pulang dan kembali ketika harus pergi.
Sabtu, 27 Desember 2014
Sabtu, 20 Desember 2014
remang bayang wayang pada layang-layang, gawang, dan bawang
langit tak pernah sebegini terang
mimpi tak pernah sebegini membunuh awang-awang
kamu pun hilang
mimpi tak pernah sebegini membunuh awang-awang
kamu pun hilang
Sabtu, 13 Desember 2014
Bukankah memang teka-teki dirancang untuk tak memiliki jawaban pasti?
Buat N,
Disuatu
tempat yang entah dimana
Selamat
pagi, selamat sore, atau selamat malam, N, aku taktahu kapan kamu akan membaca
surat yang bahkan tak pernah bisa kukirimkan ke alamat rumahmu yang jelas dan
begitu rinci. Atau barangkali ini memang bukan surat, ini hanya memoar, atau
mungkin hanya sebatas pembicaraan tentang kamu antara aku dan diriku sendiri
atau mungkin aku tak akan pernah tahu bisa disebut apakah hal yang seperti ini.
Kamis, 04 September 2014
dan, memang benar, aku...
Untuk N
Disuatu tempat yang entah dimana
Disuatu tempat yang entah dimana
Jumat, 22 Agustus 2014
Tanpa Syarat
"For the two of us, home isn't a place. It is a person. And we are finally home."
Buat N
Disuatu tempat yang entah dimana
Selasa, 24 Juni 2014
Haruskah Kerelaan Ini Kulahirkan Paksa, N? (9)
Buat N
Disuatu tempat yang entah dimana
Selamat
dini hari, N. Bagaimana kamu? Bagaimana hari-harimu? Masih berbahagia seperti
biasanya kah? Aku senang melihatmu begitu. Aku menikmati setiap senyum yang kau
lepas. Kamu indah, N. Terlebih saat kamu tertawa lepas. Betapa tidak, aku sudah
lama jatuh cinta dengan gaya tertawamu yang selalu membuat orang lain ikut
tertawa, termasuk aku. Kamu tahu? Aku selalu menyisipkan sebuah rindu dalam
tatapanku yang diam-diam sering kuluncurkan padamu, tanpa ada yang tahu.
Senin, 23 Juni 2014
Empat Belas (8)
Untuk N
Disuatu tempat yang entah dimana
Selamat
siang berbaur sore, N. Tepat ketika aku mulai menuliskan ini, waktu di layar
ponselku menampilkan angka 14:14. Kamu pasti sudah tahu bagaimana pendapatku
tentang angka empat belas. Aku pernah memberitahu kamu soal ini, kan?
Rabu, 18 Juni 2014
Mati Suri (7)
Untuk N
Disuatu tempat yang entah dimana
(sebenarnya,
surat ini kutulis selang empatpuluh hari setelah aku menulis surat ke enam
untukmu)
Lama tak menuliskanmu, pena-pena
berkarat. Kata terhenti pada bait pertama.
Tertulis;
Aku tak bisa melupakanmu.
Senin, 16 Juni 2014
Dalam Kamu, Kutemukan Candu Baru (6)
Buat N
Disuatu tempat yang entah dimana
N.. apakah kamu percaya bawa
bahagia –yang bukan sandiwara- itu benar-benar ada? Apa ada yang salah dari
caraku berpura-pura bahagia di depanmu selama ini? Katamu, aku ini sudah
terlampau bahagia dengan jalan pilihanku. Tapi dugaanmu selama ini salah, N.
Bagaimana mungkin aku bisa bahagia jika aku masih tak bisa melepaskan diri dari
masa yang bernama lalu, yang di dalamnya ada kamu?
Dimana Aku Bisa Belajar Berbahagia, N? (5)
Untuk N
Disuatu tempat yang entah dimana
Apa
kabar, N? Rasanya sudah beberapa hari ini kamu tidak meninggalkan jejak di
media sosial milikmu. Semuanya sepi. Meskipun jika kamu ada, tidak pernah
membuatku berani mengajak kamu berbicara duluan, jika memang tidak ada satu hal
penting yang perlu kita bicarakan; setidaknya dari situ aku bisa tahu bahwa
kamu ada dan akan baik-baik saja.
Langganan:
Postingan (Atom)