Minggu, 15 Juni 2014

Apakah Ini Isyarat, N? (3)

Untuk N
Di suatu tempat yang entah dimana

“Aku hanya memintamu untuk bersabar…”
        
Ternyata memang benar, menunggu dengan tabah tidak semudah yang kaukatakan, N.

        Awalnya aku berada di bawah langit penuh cahaya purnama, malam ini. Kautahu? Ketika aku mengingat kamu dan beberapa kali melihat semua timeline media sosial mu, purnama tiba-tiba menghilang. Bahkan tanpa jejak cahaya yang ditinggalkan diatas awan, N. Ia mengalah dengan hujan yang sudah hilang kesabaran untuk segera mencumbu permukaan bumi, secepat yang dia bisa, sederas yang dia mau. Sekarang, satu hal yang ingin kutanyakan padamu-meski aku tahu,kamu tidak akan pernah menjawabnya- Apakah kautahu apa arti dari semua pertanda malam ini, N? Tentang hujan dengan segala kedinginannya yang tanpa malu dan penuh permisi menggeser pergi kehangatan purnama?
Apakah hujan malam ini datang untuk menyuruhku menari bersamanya agar ketika aku menangisi mu tak ada orang yang tahu, bahwa luka penantian yang kauberikan ini benar-benar menggerogoti hatiku pelan-pelan?
Ataukah hujan malam ini pertanda buruk? Apakah ia jatuh agar ia bisa membuat air dari mataku semakin menderas ketika mengingatmu?
Tak ada yang tahu isyarat apa yang diberikan hujan malam ini kan, N? Yang pasti aku sedang merindukan kamu, saat ini. Aku masih mengharapkan kamu benar-benar akan menemuiku di persimpangan penantian ini, tanpa perlu membuatku merasa lelah. Aku masih sering berkhayal bagaimana jadinya jika memang benar kauakan menjemputku di persimpangan ini. Menurutmu, akankah rasa rindu berbaur haru milikku cukup untuk membuatmu bahagia lebih lama? Lagi-lagi, N. Tidak ada yang bisa menerka jawabannya. Yang jelas, aku masih menantimu di persimpangan ini, dengan tabah yang melebihi ketabahan.

Bagaimana dengan kamu? Berharapkah? Menantikah? Seperti aku? Atau bahkan sebaliknya?
Yang jelas,
Aku……
bersedia menunggu “kita” dengan sabar. seperti yang kauminta. semampuku. selelahku.







                                                                                Dari,

                                                                                    Aku.

0 komentar:

Posting Komentar